Senin, 07 April 2014

Apa yang Ku Cari?

Bumi yang kupijak serasa hampir runtuh. Baru hampir.
Untuk sesaat kupikir aku akan kehilangan pegangan. Tapi Tidak! Sungguh, aku masih ada di dalam genggaman-Nya.

Terkadang aku terdiam dan merenung dalam sunyi. Aku tak benar-benar sendiri, dan aku merasakannya.

Kadang kupikir segalanya tak berguna. Kadang kurasa kau berusaha menggoyahkan pijakanku. Kadang kau membingungkanku, tentang jalan mana yang harus kutempuh. Diam. Berjalan. Berlari. atau kembali?

Kadang bersama mereka aku terlupa. Aku tertawa bersama mereka, bercanda, berbagi cerita. Seakan aku sangat bahagia. Begitukah adanya? Hanya Dia yang tahu.

Kadang kurasa letih dan membutuhkanmu. Aku membutuhkanmu. Tapi kemudian aku menggeleng lagi. Bukan, bukan seperti ini.

Inilah keputusanku. Untuk meniti jalan yang seharusnya kutapaki. Jalanku yang sekarang. Bersama-Nya. Selalu bersama-Nya dan mencari Ridho-Nya.

Kadang tertidur dalam waktu lama kupikir lebih baik bagiku, meskipun kemudian air mataku berderai lagi saat ku terbangun.

Kadang segala Doa yang kupinta pada-Nya serasa tak pantas kumohonkan atas diriku yang nista.

Namun segala kepedihan ini, bukankah hanya Dia yang mampu mengobati?

Risau.

Hatiku terbolak balikkan oleh Sang Maha.

Hanya sebuah sunggingan senyum, segenggam rasa syukur, dan menghadap pada-Nya yang membuatku tenang. Menghantarkan doa pada-Nya dalam pelukan langit malam yang sunyi.

Ah, hidupku sekarang lebih tenang. Bukankan itu yang kucari?

Sabtu, 05 April 2014

PENGARUH KUALITAS CAHAYA TERHADAP KECEPATAN FOTOSINTESIS

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1              Hasil Pengamatan
No
Perlakuan Cahaya
Jumlah Gelembung
2 Menit Pertama
2 Menit Kedua
1.
Polikromatik
276
216
2.
Merah
161
79
3.
Biru
3
1
4.
Hijau
4
5
5.
Kuning
398
434

4.2              Pembahasan
4.2.1    Bahas Data Hasil Praktikum
Setelah dilakukan pengamatan mengenai pengaruh kualitas cahaya terhadap fotosintesis dengan menghitung jumlah gelembung pada setiap warna cahaya yang berbeda, maka diperoleh data seperti tersebut di atas. Data tersebut menggambarkan hasil penghitungan gelembung oksigen pada masing-masing perlakuan warna cahaya yang berbeda-beda. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa pada perlakuan cahaya polikromatik , jumlah gelembung pada dua menit pertama  yaitu sebanyak 276 gelembung sedangkan pada dua menit kedua jumlah gelembung sebanyak 216. Pada perlakuan cahaya warna merah diperoleh jumlah gelembung di dua menit pertama sebanyak 161 gelembung sedangkan pada dua menit kedua adalah sebanyak 79 gelembung. Pada perlakuan cahaya biru diperoleh jumlah gelembung di dua menit pertama sebanyak 3 gelembung sedangkan pada dua menit kedua adalah sebanyak 1 gelembung saja. Pada perlakuan cahaya hijau diperoleh jumlah gelembung di dua menit pertama sebanyak 4 gelembung sedangkan pada dua menit kedua adalah sebanyak 5 gelembung.Sementara itu, pada perlakuan cahaya kuning diperoleh jumlah gelembung di dua menit pertama sebanyak 398 gelembung sedangkan pada dua menit kedua adalah sebanyak 434 gelembung.
Pada setiap perlakuan, diperoleh hasil yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa perakuan terbaik adalah perlakuan dengan menggunakan cahaya kuning. Sedangkan perlakuan terburuk adalah perlakuan hydrilla dengan menggunakan cahaya biru. Pada perlakuan cahaya kuning, menghasilkan jumlah gelembung terbanyak jika dibandingkan dengan perlakuan cahaya lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa laju fotosintesis lebih cepat dan lebih baik bila diperlakukan dengan menggunakan cahaya kuning. Sementara itu, perlakuan hydrilla dengan menggunakan cahaya biru merupakan perlakuan yang paling sedikit menghasilkan gelembung udara diantara perlakuan cahaya lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa laju fotosintesis lebih/ paling lambat jika diperlakukan dengan cahaya berwarna biru. Berdasarkan hal tersebut di atas, dapat diketahui bahwa hydrilla yang berada di bawah cahaya polikromatik mengalami fotosintesis yang tinggi karena didalam cahaya polikromatik terdapat cahaya dengan warna yang hamper menyerupai cahaya matahari yang memiliki panjang gelombang yang bervariasi sehingga tanaman bisa berfotosintesis dengan sempurna. Sedangkan pada perlakuan warna biru ataupun hijau, cahaya sulit diterima tanaman karena sangat kurang menyerupai panjang gelombang cahaya matahari.

4.2.2    Fotosintesis pada Hydrilla
            Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan berklorofil yang berlangsung dengan bantuan cahaya matahari dengan menggunakan unsur hara, air dan karbon dioksida sebagai bahannya dan oksigen sebagai hasil sampingnya. Proses fotosintesis menghasilkan zat makanan yang berupa glukosa. Glukosa merupakan bahan utama bagi tebentuknya zat makanan lain yang berupa lipid dan protein yang merupakan bahan pembentuk sel tubuh tumbuhan.
      Pada reaksi fotosintesis, energi matahari diubah menjadi energi kimia. Energi kimia tersebut disimpan oleh tumbuhan dalam bentuk glukosa. Karbon dioksida, air, dan sinar matahari digunakan untuk menghasilkan glukosa, oksigen, dan air. Persamaan kimia untuk proses fotosintesis ini adalah:
6CO2 + 12H2O + cahaya matahari → C6H12O6 + 6O2 + 6H2O
            Proses fotosintesis terjadi melalui dua tahapan yaitu reksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang terjadi di Grana. Pada reaksi terang terjadi proses penyerapan energi dari cahaya matahari yang kemudian diubah menjadi energi kimia serta terjadi juga penguraian molekul air menjadi oksigen dan hidrogen. Berikut ini proses reaksi terang:
2H2O + 2NADP                     2NADPH + O2
            Proses selanjutnya yaitu reaksi gelap yang terjadi di dalam stroma. Pada proses ini terbentuk gula dari baha dasa CO2 yang diam bil tanaman dari udara dan mendapatkan energi dari reaksi terang. Hasil akhir dari siklus gelap adalah glukosa yang dipakai tanaman untuk beraktivitas atau disimpan sebagai cadangan makanan. Berikut ini adalah proses reaksi gelap:

2NADPH2+CO2        2NADP+CH2O+O2+H2O
            Proses fotosintesi pada berbagai tumbuhan umumnya sama, termasuk pada hydrilla. Proses fotosintesis melewati tahap-tahap yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu melalui reaksi terang dan reaksi gelap. Pada proses fotosintesis tersebut terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah faktor cahaya seperti yang telah dilakukan pada praktikum kali ini.

4.2.3    Pemotongan Hydrilla dilakukan di dalam Air dan dipotong Miring
            Pada saat praktikum, tanaman Hydrilla dipotong pada bagian batangnya yang dilakukan di dalam air. Selain itu, pemotongan batang tersebut dilakukan dengan miring. Alasan dilakukannya pemotongan tanaman Hydrilla di dalam air agar tanaman Hydrilla tidak terkena pengaruh dari udara/ gas yang terkandung di udara yang dapat menghambat laju fotosintesis atau disebut kafitasi. Pemotongan tanaman Hydrilla dilakukan miring, karena dengan pemotongan miring maka luas penampang dari potongan batang tanaman lebih luas daripada jika dipotong mendatar. Luas penampang batang tanaman yang dipotong miring akan lebih mudah mengeluarkan gelembung oksigen, atau mempermudah laju fotosintesis tanaman Hydrilla tersebut.

4.2.4 Fungsi Cahaya Berdasarkan Spektrum dan Kaitannya dengan Fotosintesis
      Pada saat akan melakukan fotosintesis, tumbuhan memerlukan cahaya. Cahaya berfungsi sebagai sumber energi dalam melakukan fotosintesis. Energi dari matahari tersebut akan diubah menjadi energi kimia oleh tumbuhan. Energi kimia tersebut kemudian disimpan oleh tumbuhan dalam bentuk glukosa. Karbon dioksida, air, dan sinar matahari digunakan untuk menghasilkan glukosa, oksigen, dan air. Meskipun demikian, tidak semua cahaya berguna dalam fotosintesis. Cahaya yang bermanfaat dalam proses fotosintesis hanyalah cahaya yang mampu memecah molekul air dalam proses fotosintesis pada tumbuhan. Cahaya ini dikenal sebagai cahaya tampak, yang berada dalam rentang panjang gelombang 360-720 nm. Cahaya tampak tersebut, tidak semuanya digunakan secara aktif. Cahaya tampak yang digunakan secara aktif dalam fotosintesis yaitu Photosyntetically Active Radiation (PAR). Gelombang cahaya tampak yang terpendek adalah cahaya ungu dan yang terpanjang adalah cahaya yang merah. Berdasarkan panjang gelombangnya, kualitas cahaya dibedakan menjadi :
a.        Panjang gelombang 400-435 mµ berwarna ungu.
b.        Panjang gelombang 435-490 mµ berwarna biru.
      Peran cahaya biru pada tumbuhan adalah fototropisme, pertumbuhan batang, respirasi, sintesis protein            pertumbuhan daun.
c.        Panjang gelombang 490-574 mµ berwarna hijau. Tidak digunakan atau diserap oleh tanaman, cahaya            hijau yang terkena tanaman dipantulkan kembali oleh tanaman.
d.        Panjang gelombang 574-595 mµ berwarna kuning.
       Berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan cabang tanaman.
e.         Panjang gelombang 595-626 mµ berwarna orange
f.         Panjang gelombang 626-760 mµ berwarna merah.
       Mengatur perkecambahan biji, perkembangan akar dan umbi, dormansi, pertumbuhan bunga dan buah           tanaman. 

LAMPIRAN:
Gambar 1. Perlakuan dengan Cahaya Polikromatik

 Gambar 2. Perlakuan dengan Cahaya Merah



 Gambar 3. Perlakuan dengan Cahaya Biru



 Gambar 4. Perlakuan dengan Cahaya Hijau

Gambar 5. Perlakuan dengan Cahaya Kuning

Return

Berhubung tadi dapet materi tentang blog di kuliah, tangan tiba-tiba jadi gatel buat nulis di blog lagi. Emang sih, blog-ku ya cuma begini-begini aja. Soalnya selain ga sempet/ males bikin posting baru tiap hari, kendalanya ya apa lagi kalo bukan "pulsa modem".
Giliran semangat-semangatnya bikin postingan, sampek sehari postingan diedit-edit melulu. Sehari minimal posting satu. Eh, giliran males, bisa berminggu-minggu ga bikin postingan. Boro-boro bikin postingan, buka blognya aja malesnya minta ampun.
Kadang q bingung, blog ini maunya apa? Isinya yang spesifik itu apa? Kok ga jelas. Amburadul
Maunya blog diary gt, tp ga bisa bikin catetan tiap hari. lagian monoton. Ga asik. Ga ngasi info buat siapa-siapa.
Maunya blog cerpen. tapi dipikir-pikir kalo q publikasikan semua, kan sama aja ga bisa diikutin lomba. Apa lg yg bgus-bgus. Hew, gagal. Ga bakal q isi cerpen lagi. Mungkin kapan kapan kuisi cerpen lagi kalo aku uda frustasi gara-gara cerpen ditolakin mlulu, apalagi gara-gara dikira plagiat di "suatu blog". Ga taunya gara-gara pernah diposting di blog sendiri. Ah, fayah!Lagian uda ad yang ku hapusin. Haha. Ah sudahlah!
Maunya blog catetan kuliah, kayaknya ini lebih pantes. Berhubung kuliahku isinya macem-macem. Mulai pertanian, komunikasi, budidaya, sampek pemasaran produk. Yah, lumayan banyak lah yang "mau diposting". Mau lho ya, berarti masih banyak yang belum diposting -_______-"
Jadi postinganku hari ini isinya apa?
Ga ada.
Isinya ya cuma cuap-cuapku daritadi. Anggep aja situ lagi baca SPAM. Hahaha
Kenapa q kasi judul return?
ya, anggep aja ak bakal lebih rajin ngisi blog yang biasa-biasa aja isinya ini.
Moga aja lain kali bisa bikin postingan yang lebih bermanfaat buat semua yang baca (kalo ada yang baca) hehe :p
Yah, sekian dulu dehh,
mau ngubek-ngubek blog  ini dulu,
TQ ^_^